Anime SIM

Penerapan pendekatan sistem ada 3 ?

1. Upaya persiaapan
2. Upaya definisi
3. Upaya solusi

Penjelasan :
Langkah 1 : melihat perusahaan sebagai suatu system
Langkah 2 : mengenai system lingkungan
Langkah 3 : mengidentifikasi subsistem perusahaan

Ada 8 unsur lingkungan
1. Pemasok Supplier) atau Vendor
2. Pelanggan (Customers)
3. Serikat pekerjaan (labor union)
4. Komuitas keuangan (Financial community) -> bank atau pemberi pinjaman
5. Pemegang saha, dam pemilik (stakeholders and owners)
6. Pesaing (competitors)
7. Pemerintah (government)
8. Komunitas global (global community) -> wilayah geografis dimana perusahaan menjalankan operasinya.

Upaya definisi biasanya dirangsang oleh (Pemicu masalah (Problem trigger) – > suatu sinyal yang mendakan bahwa keadaan berjalan lebih baik atau lebih buruk dari yan tela terencana.
Contoh : Gejala penjualan rendah itu dapat dolihat dari laporan penjual

Unsur-unsur system perlu di analisa secara berurutan dan disini terdapat 7 unsur :
1. Mengevaluasi standar
2. Membandingkan output system dengan standar
3. Mengevaluasi manajemen
4. Mengevaluasi prosesor informasi
5. Mengevaluasi input dan sumberdaya input
6. Mengevaluasi proses transfromasi
7. Mengevaluasi sumberdaya output

Ada 5 bagian yang termasuk kedalam upaya solusi yaitu :
1. Mengindefikasikan solusi-solusi alternatif
2. Mengevaluasi solusi-solusi alternative
3. Memilih solusi yang baik
4 Mengimplementasikan solusi
5. Menindaklanjuti untuk memasyikan keefektifan solusi

Pengertian SDLC
SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan

System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.

Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat 6 langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah

1. Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan

2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem

3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi

4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan

5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat

6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat

Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Jika tidak maka langkah tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke langkah sebelumnya.

Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem

Pengertian Waterfall
Metode waterfall adalah suatu proses pembuatan situs web secara terstruktur dan berurutan dimulai dari penentuan masalah, analisa kebutuhan, perancangan implementasi, untegrasi, uji coba sistem, penempatan situs web dan pemeliharaan. Pembuatan situs web dengan metode ini sangat cocok dilakukan pada situs web berskala besar karena menyangkut manajemen dan sistem yang rumit.
Metode ini membutuhkan pendekatan sistematis dan sekuensial dalam pengembangan perangkat lunak dan biasanya disebut juga dengan classic life cycle, dimulai dari tingkat sistem dan kemajuan melalui analisis, desain, coding, testing dan pemeliharaan.
Rekayasa dan Pemodelan Sistem/Informasi (System/Information Engineering and Modeling) Karena perangkat lunak adalah bagian dari sistem yang lebih besar, pekerjaan dimulai dari pembentukan kebutuhan-kebutuhan dari semua elemen sistem dan mengalokasikan suatu subset ke dalam pembentukan perangkat lunak. Hal ini penting, ketika perangkat lunak harus berkomunikasi dengan hardware, orang dan basis data. Rekayasa dan pemodelan sistem menekankan pada pengumpulan kebutuhan pada level sistem dengan sedikit perancangan dan analisis.
Tahap – tahap pengembangan waterfall model
1. Analisis dan definisi persyaratan
Pelayanan,batasan, dan tujuan sistem ditentukan melalui konsultasi dengan user.
2. Perancangan sistem dan perangkat
lunak Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan
3. Implementasi dan pengujian unit
Perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program
4. Integrasi dan pengujian sistem Unit
program diintegrasikan atau diuji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah terpenuhi
5. Operasi dan pemeliharaan

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.