Memiliki 5 artikel OS di iMe

Artikel 1 Mengenal Sistem Operasi dan Fungsinya

1. Pengertian Sistem Operasi

Sistem operasi adalah seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak. Sistem operasi merupakan jenis yang paling penting dari perangkat lunak sistem dalam sistem komputer. Tanpa sistem operasi, sistem komputer tidak lebih dari sekumpulan komponen elektronik dan komponen mekanik.
Sistem operasi bertindak seperti penterjemah antara pengguna aplikasi dengan perangkat keras. Seorang pengguna berinteraksi dengan sistem komputer melalui sebuah aplikasi, seperti aplikasi pengolah kata, permainan, atau program aplikasi lain yang dirancang untuk tujuan tertentu. Dalam menggunakan aplikasi tersebut, aplikasi tidak akan peduli bagaimana caranya pengguna memasukan informasi ke dalam aplikasi, seperti melalui keyboard. Sistem operasilah yang bertanggungjawab terhadap komunikasi antara aplikasi dengan perangkat keras. Dalam contoh lain, ketika pengguna menggunakan sebuah aplikasi, memasukan informasi melalui keyboard, ditampilkan di monitor, disimpan pada media penyimpanan, atau kemudian dicetak di printer, semuanya diatur oleh sistem operasi. Sistem operasilah yang bertugas menangani seluruh perangkat input dan output komputer.
Dengan demikian, sistem operasi memiliki kontrol penuh terhadap sumber daya perangkat keras komputer dan mempunyai penjadwalan yang sistematis mencakup perhitungan penggunaan memori, pemrosesan data, penyimpanan data, dan sumber daya lainnya.

2. Fungsi Sistem Operasi

2.1. Fungsi Dasar Sistem Operasi

Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat-keras, program aplikasi, sistem-operasi, dan para pengguna. Sistem operasi berfungsi untuk mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras oleh berbagai program aplikasi serta para pengguna.

Gambar Komponen utama sistem komputer

Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam suatu negara, dalam arti membuat kondisi komputer agar dapat menjalankan program secara benar. Untuk menghindari konflik yang terjadi pada saat pengguna menggunakan sumber-daya yang sama, sistem operasi mengatur pengguna mana yang dapat mengakses suatu sumber-daya. Sistem operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi fungsi penting sistem operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.

2.2. Fungsi Pokok Sistem Operasi

Sistem operasi memiliki 4 (empat) fungsi pokok, yaitu:
Mengontrol akses perangkat keras
Sistem operasi memanajemen interakasi antara aplikasi dan perangkat keras. Untuk mengakses dan berkomunikasi dengan perangkat keras, sistem operasi perlu menginstal sebuah perangkat lunak (driver) untuk tiap komponen perangkat keras.
Manajemen file dan folder
Sistem operasi mengatur dan membuat susunan file yang tersimpan di dalam hard disk dan media penyimpanan lain.
Menyediakan user interface
Sistem operasi akan menyediakan tampilan antarmuka pengguna, baik dalam bentuk baris perintah perintah (Command Line Interface – CLI) maupun dalam bentuk grafis (Graphical User Interface – GUI).
Manajemen aplikasi
Sistem operasi meletakan suatu aplikasi dan memuatnya ke dalam memori (RAM) komputer. Sistem operasi menjamin setiap aplikasi mendapatkan sumber daya yang cukup.

Sumber : Pengertian Sistem Operasi

Artikel 2 Mengenal Dual Operation System (Dual OS) Multi Operation System (Multi OS)

Dikarenakan kebutuhan, kita akan berpikir bagaimana membuat dua atau beberapa sistem operasi pada sebuah komputer yang digunakan. Dual Operating System (Dual OS/dua sistem operasi) atau multi OS (banyak sistem operasi) adalah sebuah teknik yang digunakan untuk melakukan instalasi dua atau beberapa sistem operasi pada satu komputer.
Alternatif lain menjalankan dual OS atau multi OS adalah menggunakan VirtualBox, QEMU, VMWare atau aplikasi virtualisasi lain. Dengan aplikasi virtual tersebut, kita dapat membuat mesin-mesin virtual di komputer yang kita gunakan. Walaupun begitu, hasil yang dicapai dalam virtualisasi tidak akan maksimal dan tergantung pada software virtualisasi itu sendiri.

Berikut beberapa alasan menggunakan dual OS atau multi OS:
Kita ingin memainkan game secara maksimal dalam komputer yang juga digunakan untuk kebutuhan kerja dan tanpa harus mengganggu konfigurasi yang dibutuhkan untuk pekerjaan.
Beberapa perangkat keras hanya dapat berjalan pada sistem operasi tertentu dan tidak pada sistem operasi lainnya.
Masih ada perangkat lunak khusus yang berjalan hanya pada versi tertentu dari sebuah sistem operasi.
Sebagai pengembang web (web developer), kita ingin melihat hasil kerja pada beragam browser bawaan dari sebuah sistem operasi.
Sebagai seorang programmer, kita memerlukan pengujian kompabilitas program yang dikembangkan pada berbagai sistem operasi.
Sebagai sarana pembelajaran, terutama untuk personil dan teknisi IT yang dituntut untuk dapat memberikan pelayanan dalam berbagai sistem operasi.
Sebagai alternatif jika salah satu sistem operasi mengalami permasalahan.
Untuk dapat melakukan instalasi dual OS atau multi OS pada sebuah komputer, diperlukan pengetahuan bagaimana sebuah komputer bekerja, bagaimana sistem operasi yang digunakan bekerja dan berinteraksi dengan sistem operasi yang lain, termasuk dalam hal ini adalah:
Bagaimana melakukan partisi untuk mengakomodasi penggunaan banyak sistem operasi.
Karena sistem operasi yang akan digunakan harus diinstall pada partisi yang berbeda atau jika memungkinkan pada hard disk yang berbeda.
Bagaimana memilih sistem file yang akan digunakan pada masing-masing sistem operasi.
Bagaimana melakukan proses instalasi untuk pilihan pengguna mahir.
Bagaimana berbagi data di antara sistem operasi yang digunakan.

Sumber : Dual Operation System

Artikel 3 Faktor-Faktor dalam pemilihan Sistem Operasi yang tepat

Memilih sistem operasi (Operating System/OS) yang tepat untuk digunakan dalam lingkungan tertentu membutuhkan pertimbangan banyak faktor. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam memilih sistem operasi (OS) yang akan digunakan adalah:
Sistem operasi yang akan digunakan mendukung kebutuhan pengguna, baik dari sisi aplikasi maupun keamanan.
Harga sistem operasi yang akan digunakan.
Stabilitas sistem operasi.
Sumber daya perangkat keras yang tersedia mendukung sistem operasi yang akan digunakan.
Tingkat kemampuan SDM yang diperlukan untuk mendukung OS yang akan digunakan.
Ketersediaan OS dan dukungan yang dibutuhkan, baik tentang pelatihan, instalasi, maupun perawatan dan upgrade (memperbaharui).
Dalam alur berikut, dapat terlihat faktor-faktor yang diperlukan dalam penentuan dan pemilihan sistem operasi yang akan digunakan.

Alur Pemilihan Sistem Operasi

Langkah pertama dalam memilih sistem operasi adalah memastikan bahwa sistem operasi yang akan digunakan sepenuhnya mendukung kebutuhan pengguna, baik dari sisi aplikasi yang akan dijalankan, maupun keamanan dan fungsionalitas yang ditawarkan oleh sistem operasi tersebut.

Selanjutnya, melakukan penelitian untuk memastikan bahwa sumber daya perangkat keras yang cukup tersedia untuk mendukung sistem operasi yang akan digunakan. Ini termasuk perangkat keras dasar seperti memori, prosesor, dan hard disk, serta perangkat periferal lainnya seperti scanner, sound card, kartu jaringan dan media penyimpanan portable.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Faktor-Faktor Dalam Pemilihan Sistem Operasi Yang Tepat: http://dosen.gufron.com/artikel/faktor-faktor-dalam-pemilihan-sistem-operasi-yang-/16/
Pertimbangan lain dalam memilih sistem operasi adalah kemampuan sumber daya manusia yang diperlukan untuk mendukung penggunaan sistem operasi. Dalam lingkungan bisnis, perusahaan dapat membatasi dukungan kepada satu atau dua sistem operasi dan mencegah atau bahkan melarang, instalasi sistem operasi lainnya. Di lingkungan rumah, ketersediaan dukungan teknis untuk sistem operasi yang akan digunakan dapat menjadi faktor penentu.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Faktor-Faktor Dalam Pemilihan Sistem Operasi Yang Tepat: http://dosen.gufron.com/artikel/faktor-faktor-dalam-pemilihan-sistem-operasi-yang-/16/
Pertimbangan penting lain dalam proses penentuan sistem operasi yang akan digunakan adalah Total Biaya Kepemilikan (Total Cost Owner – TCO) dari sistem operasi yang akan diterapkan. Biaya ini tidak hanya mencakup biaya untuk mendapatkan dan menginstal sistem operasi tersebut, namun juga termasuk di dalamnya seluruh biaya yang berkaitan dengan dukungan terhadap sistem operasi tersebut.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam penentuan sistem operasi yang akan digunakan adalah ketersediaan sistem operasi. Beberapa negara atau perusahaan membuat keputusan untuk mendukung jenis tertentu dari sistem operasi dan membatasi penggunaan sistem operasi lain.
Selain dari hal di atas, dalam penentuan sistem operasi yang akan digunakan juga harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
Nilai Investasi
Salah satu pertimbangan utama yang perlu diperhatikan dalam memilih sebuah sistem operasi adalah nilai investasi pembelian sistem operasi tersebut. Nilai investasi tersebut tidak hanya dilihat berdasarkan harga dari sistem operasi itu saja, namun semua investasi finansial yang berhubungan dengan penggunaan sistem operasi tersebut.
Adapun investasi finansial yang akan berhubungan dengan penggunaan sistem operasi adalah:

Harga dari sistem operasi itu sendiri
Dalam melakukan pemilihan sistem operasi perlu membandingkan nilai pembelian dari masing-masing sistem operasi yang berbeda tersebut. Di kategori ini, ada dua jenis biaya, yaitu sistem operasi berbayar (sering juga disebut dengan proprietary), dan ada juga sistem operasi yang tidak berbayar. Sistem operasi yang tidak berbayar biasanya berjenis perangkat lunak open source.
Biaya pelatihan penggunaan sistem operasi
Perlu dipertimbangkan pula biaya yang akan keluar untuk melakukan pelatihan penggunaan sistem operasi tersebut.
Biaya instalasi sistem operasi ke komputer
Bila sistem operasi dalam kondisi sudah terinstalasi, maka biaya di atas tentulah tidak akan ada lagi. Namun bila belum maka kemungkinan akan ada biaya tambahan untuk instalasi sistem operasi. Harap diingat bahwa biaya tersebut juga harus mempertimbangkan biaya konfigurasi sistem operasi.
Biaya dukungan teknis (maintenance support)
Beberapa sistem operasi mendapatkan perjanjian support yang merupakan bagian dari harga sistem operasi tersebut. Beberapa sistem operasi lainnya yang tidak berbayar biasanya memasangkan biaya dari sisi maintenance service (karena pemasukan perusahaan-perusahaan tersebut adalah dari maintenance contract).
Biaya upgrade di masa mendatang
Beberapa sistem operasi memiliki kemungkinan membutuhkan pengeluaran biaya tambahan untuk melakukan upgrade berkala. Biaya tersebut juga perlu dipertimbangkan dalam menentukan pilihan.

Stabilitas Sistem

Suatu hal yang sangat krusial pada sebuah sistem operasi server adalah stabilitas sistem itu sendiri. Sebuah server seharusnya memiliki downtime (berhenti beroperasi karena suatu gangguan) yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan sebuah komputer desktop. Sudah menjadi suatu hal yang biasa bahwa perangkat server selalu dibiarkan menyala sepanjang tahun hingga beberapa tahun berturut-turut. Untuk memungkinkan hal tersebut, maka sistem operasi server haruslah memiliki kestabilan dan kehandalan yang tinggi.

Dukungan Perangkat Keras

Karena sebuah komputer merupakan perpaduan dari software dan hardware, maka perlu diperhatikan bahwa sistem operasi yang dipilih menunjang penggunaan seluruh hardware yang ada pada komputer tersebut. Perlu dipertimbangkan juga bahwa hardware tersebut bukan hanya berjalan, namun bekerja optimal. Hal tersebut tentu berarti bahwa hardware tersebut memerlukan driver yang paling cocok dari driver yang ada.

Dukungan Aplikasi

Aplikasi di sini adalah aplikasi yang tersedia bagi komputer tersebut dan bisa didapatkan dengan mudah. Dalam hal ini kita perlu memperhatikan sejumlah aplikasi yang sangat berhubungan dengan optimalisasi penggunaan
Firewall
Firewall adalah sistem yang penting bagi server atau pun klien untuk menjaga sistem tersebut akan bahaya dari luar, seperti akses remote yang dilarang, serta terobosan dari virus yang bisa merusak sistem operasi dan/atau menghilangkan data.
Backup application
Sebuah sistem komputer yang baik harus memiliki sistem backup. Sangatlah penting untuk selalu merencanakan langkah penanggulangan bencana, seperti hard disk yang rusak, hardware yang dicuri, dan masalah–masalah lainnya. Aplikasi komputer tersebut perlu memiliki aplikasi yang mudah digunakan dalam rangka melakukan backup tersebut.
Scheduled tasks
Sistem operasi juga biasanya memiliki tugas-tugas yang sering dilakukan secara berkala, seperti melakukan backup otomatis, mengirimkan email, maintenance, dan banyak lagi. Hal-hal tersebut juga perlu didukung oleh sebuah sistem operasi.

Fitur Sistem Operasi

Bagian yang terakhir ini adalah kemampuan tambahan yang bisa menjadi suatu kemampuan krusial bagi sebuah sistem operasi.

Dukungan bahasa pemrograman
Bila direncanakan untuk membangun aplikasi khusus untuk sistem tersebut, perlu dipastikan bahwa sistem operasinya bisa menjalankan aplikasi tersebut dari sisi intrepreter. Juga perlu dipertimbangkan kemampuan ini dari sisi pengembangan di masa mendatang.
Kemudahan penggunaan
Sebuah sistem komputer tidak akan berfungsi secara baik bila tidak ada yang mengerti cara penggunaannya. Hal ini tentu penting, namun tidak sepenting kemudahan seperti di environment desktop. Kemudahan ini perlu bila pada saat krusial seorang pengguna memerlukan data yang ada di komputernya dan dia bisa langsung mendapatkannya.
Setiap sistem operasi memerlukan sumber daya dari perangkat keras. Sumber daya ini ditentukan oleh pembuat sistem operasi tersebut dan biasanya akan mencakup hal-hal seperti:
Jumlah RAM yang dibutuhkan
Kapasitas hard disk
Jenis processor dan kecepatan
Resolusi video
Biasanya pembuat sistem operasi akan menentukan perangkat keras minimum dan perangkat keras yang direkomendasikan. Kebutuhan minimum artinya sistem operasi bisa berjalan namun dengan kemampuan yang terbatas, sementara kebutuhan yang direkomendasikan akan membuat sistem operasi berjalan dengan maksimal, dan seluruh fitur dari sistem operasi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Faktor-Faktor Dalam Pemilihan Sistem Operasi Yang Tepat: http://dosen.gufron.com/artikel/faktor-faktor-dalam-pemilihan-sistem-operasi-yang-/16/
Untuk memanfaatkan semua fitur yang disediakan oleh sistem operasi, sumber daya perangkat keras tambahan seperti sound card, kartu jaringan, modem, mikrofon, dan speaker umumnya diperlukan. Pastikan bahwa perangkat keras telah disertifikasi untuk bekerja dengan sistem operasi yang akan digunakan sebelum membeli dan memasangnya.

Sumber : Pemilihan Sistem Operasi

Artikel 4 Operasi Sistem Linux vs. Windows Vista

Linux
adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, sistem operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan pada berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Linux sebagai program open source yang gratis Salah satu yang membuat Linux terkenal adalah karena gratis. Dengan lisensi GNU (Gnu Not Unix) Anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, Anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak Anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya.Dan itu semua legal dibawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program.
Kebebasan yang paling penting dari Linux, terutama bagi programmer dan administrator jaringan, adalah kebebasan memperoleh kode sumber (source code) dan kebebasan untuk mengubahnya. Ini berimplikasi pada beberapa hal penting. Pertama keamanan, yang kedua dinamika.

Teknologi/Fasilitas dalam Linux
multitasking: beberapa program berjalan sekaligus.
multiuser: beberapa pemakai pada mesin yang sama sekaligus (dan tanpa lisensi dua-pemakai!).
multiplatform: berjalan pada berbagai CPU yang berbeda, tidak hanya Intel.
memiliki proteksi memori antar proses, sedemikian sehingga sebuah program tidak dapat menyebabkan seluruh sistem down.semua source code tersedia, termasuk seluruh kernel dan driver-drivernya, pengembangan tools dan semua program pemakai; dan semuanya didistribusikan secara gratis. Banyak program komersil yang disediakan untuk Linux tanpa source, tetapi semua yang asalnya gratis, termasuk seluruh sistem operasi dasar, tetap saja gratis.
akses ke partisi MS-DOS (atau partisi OS/2 FAT) yang transparan melalui sistem file yang khusus: Anda tidak perlu menggunakan perintah yang khusus untuk menggunakan partisi MS-DOS, tampak sebagaimana sistem file Unix pada umumnya (kecuali untuk pembatasan nama file yang aneh, perijinan, dsb). Partisi MS-DOS 6 yang terkompres saat ini tidak berfungsi bila tanpa patch (dmsdosfs). VFAT (WNT, Windows 95) juga bisa digunakan pada Linux 2.0.
sistem file yang khusus dan disebut UMSDOS memungkinkan Linux di instal pada sistem file DOS.
HPFS-2 yang read-only mendukung OS/2 2.1
Kelebihan
Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka. Sehingga dapat dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli atau menggunakan Linux.
Linux mudah digunakan.
Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat alternatifnya di Linux. Kita dapat mengakses situs web Open Source as Alternative untuk memperoleh informasi yang cukup berguna dan cukup lengkap tentang alternatif aplikasi Windows di Linux.
Keamanan yang lebih unggul daripada Windows
Linux relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini.
Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty).
Kekurangan
Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows.
Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux.
Distro Pada Linux
Torbo Linux
Madriva
Sabayon
Debian
Ubuntu
Suse
Blankon
fendora
Microsoft Window Vista
Windows Vista adalah nama dari versi terbaru microsoft windows, sistem operasi berbasis grafis dari Microsoft yang digunakan pada komputer pribadi (PC), baik untuk pengguna rumahan maupun bisnis

Window vista keluar dalam beberapa edisi :
Vista Home Basic
Vista Home Premium
Vista Business
Vista Enterprise
Vista Ultimate
Teknologi/fasilitas pada Vista
Windows Aero: desain baru antarmuka pengguna, singkatan dari Authentic, Energetic, Reflective, and Open. Antarmuka baru ini dimaksudkan agar lebih estetis dan bersih ketimbang tantarmuka Windows sebelumnya, termasuk jendela-jendela transparan, animasi, dan tampilan yang bagus.
Windows Shell: Windows shell yang baru ini berbeda sekali dengan Windows XP. Sebagai contoh, Start Menu yang telah diubah, bahkan kata “Start” pun telah digantikan dengan tombol Windows “Pearl” biru yang baru.
Fasilitas Pencarian (Quick Search):
Windows Sidebar:
Internet Explorer :
Windows Media Player 11:
Windows Media Center:
Windows Live Show :
User Account Control:
Windows Firewall:
Windows Defender:
Windows Mail:
Windows Update:
Parental Control:
Windows Sideshow:
Speech recognition:
New Fonts:
Games:
Windows Calendar:
Windows Photo Gallery:
Windows DVD Maker:
Windows Collaboration:
SuperFetch:
ReadyBoost:
ReadyDrive:
Touchscreen:
Problem Reports and Solutions:
Virtual Folder:
Kelebihan
– Tentu saja pengalaman baru menjelajah PC dengan rasa tridi (3D) yang canggih berkat Aero
– Perbaikan dan penambahan fitur yang terlalu panjang untuk disebutkan disini
– Lebih sedikit system-crash dibanding pada Windows XP
– Built-in Support Option yang memberikan keleluasaan lebih kepada pengguna
Kekurangan
– Fitur-fitur canggihnya bekerja optimal hanya pada lingkungan Window
– Belum dibarengi dengan diluncurkannya software yang secara eksklusif mendukung dan bersinergi dengan fitur-fitur Vista
– Terlalu banyak varian seri yang mungkin akan membingungkan calon pengguna

Sumber : OS Linux

Artikel 5 Mengenal Mac OS Lion

Desktop
Pada saat anda login ke Mac Anda, Anda akan dihadapkan dengan desktop jika Anda belum mensetting password pada Mac Anda.
Secara garis besar, desktop Mac OS X Lion terdiri dari dok sebelah bawah laya, menu bar disebelah atas layar dan berbagai hal yang ada di antaranya adalah sahabat Anda mulai dari hari pertama Anda memilih menggunakan Mac.
Dock dan menu baru adalah dua elemen antarmuka yang akan selalu terlihat oleh Anda kapanpun ANda menggunakan Mac (kecuali untuk aplikasi game dan aplikasi full screen).
Menu Bar
Menu bar terletak membentang dari sudut kiri ke kanan atas layar Mac OS X Lion. Selai logo Apple di sudut kiri, tombol-tombol di menu bar akan berubah sesuai dengan aplikasi memiliki tombol-tombolnya sendiri. Walaupun demikian, seluruh aplikasi yang berjalan di Mac OS X Lion memiliki antarmuka dan lokasi menu bar yang konsisten.
Walaupun menu yang ditampilkan oleh setiap aplikasi berbeda, tombol menu semua aplikasi di Mac OS X Lion dimulai dari menu nama aplikasi dan diakhiri dengan menu Help.
Dock
Sudah menjadi ciri khas sebuah Mac, Dock adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Desktop Mac OS X Lion. Secara default, Dock akan berbeda di bagian tengah bawah Desktop Anda.
Banyak pengguna yang baru mengenal Mac berfikir bahwa seluruh aplikasi yang berada di Mac dapat terlihat aikonnya di Dock. Hal ini tidak benar, karena Dock hanyalah berperan sebagai shortcut dan indikator aktifitas aplikasi.
Stacks
Apple menyebut Stacks sebagai solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah “kekusutan” yang biasanya melanda Desktop seseorang pengguna Mac. Secara signkat, Stacks adalah antarmuka di Mac OS Lion untuk memperlihatkan isi sebuah folder yang disimpan di Dock.
untuk membantu perkenalan dengan Stacks, Mac OS Lion secara defaults menyimpan tiga buah folder di Dock yaitu folder Applications, Documents, dan Downloads. Tergantung dari jumlah file di dalam folder, Stacks akan menampilkan isi folder dalam tampilan kipas, kotak atau daftar.
Finder
Seperti namanya, finder adalha nama aplikasi yang Anda gunakan untuk menemuka dan mengorganisir file di Mac OS Lion.

Sumber : Mengenal Mac OS

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.